Selasa, 14 November 2017

model kebaya modern remaja

Kebayanya juga tampil modern, antara lain dengan kebaya lengan pendek yang diberi luaran yang bisa dilepas. Ia juga menghadirkan kebaya dengan punggung rendah, berkerah tinggi, serta kebaya yang penuh bunga-bunga cantik. Sebagai padanan kebaya ia memilih kain Songket Palembang, Tapis Lampung, Songket Bali, juga kain Endek Bali. "Untuk tepi sulaman atau detil saya banyak memakai bentuk bunga anggrek dan mawar, pokoknya bentuk bunga Indonesia," katanya dalam konferensi pers sebelumnya. Selain membuat kebaya, Didiet juga membuat baju Bodo atau baju Kurung yang tampil lebih modern. Misalnya dengan potongan yang lebih memperlihatkan lekuk tubuh dan pemilihan warna. Kesan muda dan modern juga disampaikan Andien. Ia bercerita bagaimana ia mengagumi kain songket yang dikenakannya karena tidak menimbulkan kesan "tua". "Padahal kain songket ini biasanya hanya dipakai wanita seumur mama saya, tapi sekarang saya memakainya dan tampak tetap muda," katanya.  Kebaya pengantin menurut Didiet adalah sebuah memori yang bisa dibawa pulang oleh mempelai dan dikenang seumur hidupnya. "Mereka juga bisa menceritakan dan memamerkan kebaya ini kepada anak cucunya.

Karena itu baju pengantin adalah sesuatu yang sangat personal," katanya. Sementara itu untuk tren warna, menurutnya saat ini warna-warna bernuansa keemasan sedang disukai kembali. "Warna gold memang naik lagi, hampir setengah dari pesanan kebaya pengantin yang sedang saya tangani berwarna gold. Namun sekarang ini lebih berani main tabrak warna, misalnya warna gold dengan olive green," ujarnya. Pemilihan kebaya pengantin warna keemasan ini menurut Didiet disebabkan karena kejenuhan terhadap warna putih. "Warna putih memang tidak pernah salah, karenanya saya menyarankan jika warna untuk akad nikah sudah putih, maka untuk resepsi memakai warna lain yang lebih cerah," katanya.